Minggu, 08 Mei 2016

Hanya Goresan

Ayah, 

Ayah tidak banyak bicara. Cintanya tidak pernah ku dengar dalam bentuk kata. Tangannya kasar ketika kusalami. Wajahnya beminyak ketika aku berusaha mencium pipinya. Cinta ayah begitu dingin, tak berbahasa. 
Aku tidak pernah mendengar ayah bertanya tentang perasaanku. Begitupun saat usia dua puluh ku jalani. Bagai tak peduli dengan semua hal yang menghampiri bahkan mengusik. Ayah yang entah bagaimana ibu bisa jatuh cinta kepadanya. Aku tak mengerti. 
Ayah yang selalu pergi pagi pulang malam. Sedikit waktu yang tersisa untuk keluarga. Letih pun tak ia rasa. Saat semua kehilangan asa, hanya keyakinannyalah yang membara. Bahwa sebagaimanapun masalah, masih tersisa harapan di depan sana. 
Karena bahasa cinta ayah bukanlah mengenai kata-kata. Cinta ayah berubah dari kata sifat menjadi kata kerja. Setiap hal yang ayah lakukan hanyalah karena kecintaan pada keluarganya. Tak ada yang salah memang. Cara ayah mencinta berbeda, memanglah demikian. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar