Desa
Durenan merupakan nama salah satu desa sekaligus kecamatan yang berada di
Kabupaten Trenggalek. Desa ini terletak dibagian timur Kabupaten Trenggalek. Di
desa ini terdapat beberapa dusun yang salah satunya adalah dusun Payaman.
Sebagian besar kegiatan warga masyarakatnya adalah bercocok tanam di sawah dan
juga memelihara ternak khususnya ayam. Beberapa tahun yang lalu atau sekitar
awal tahun 2013 di dusun Payaman ini pernah terjadi suatu kasus pencurian ayam. Dimana pada
awalnya banyak warga yang resah karena kehilangan ayam saat dilepaskan untuk
mencari makan. Awalnya mereka berfikir bahwa ayam mereka hilang tersesat saat
mencari makan atau mungkin dimakan hewan lain. Hingga akhirnya ada seorang
warga yang melihat bahwa ayam-ayam tersebut tidak hilang melainkan dicuri. Kemudian
warga tersebut melaporkannya ke pemilik ayam. Tetapi karena mengetaui bahwa
pencurinya adalah tetangga pemilik ayam itu sendiri yang merupakan seorang nenek,
maka pemilik ayam tersebut membiarkannya. Namun, saat ayam-ayam itu dilepaskan
oleh si pencuri untuk mencari makan, si pemilik ayam pun mengambil kembali
ayamnya secara diam-diam dan mengurung ayam tersebut di dalam rumahnya. Di sisi lain setelah mengetahui kejadian itu,
sebagian warga menjadi merasa jengkel terhadap nenek yang mencuri ayam. Bahkan
ada juga warga yang langsung menemui si nenek kemudian memarahinya karena
perbuatan yang telah mencuri ayam itu.
Dari
kasus tersebut jika dikaitkan dengan hukum sebagai cerminan solidaritas menurut
pandangan Emile Durkheim dapat diketahui bahwa solidaritas yang terdapat pada
masyarakat di dusun Payaman ini termasuk dalam golongan solidaritas mekanis. Hal
ini dapat dilihat dari sikap mereka yang masih memiliki rasa toleransi kepada
si pencuri yang sudah tua, mereka lebih memilih untuk tidak melaporkan nenek
tersebut ke polisi, tetapi mereka menghukum nenek tersebut dengan cara mereka
sendiri. Ini membuktikan bahwa komunitas masih terlibat kuat dalam menghukum
seseorang yang melakukan penyimpangan. Selain itu individualitas yang ada pada
warga masyarakat dusun payaman ini rendah karena rasa kebersamaan yang tercipta diantara
mereka masih terjalin kuat, dimana mereka sama-sama merasa jengkel kepada nenek
si pencuri ayam walaupun dia hanya mencuri beberapa ayam di tetangganya. Ciri
lain yang menguatkan solidariatas yang ada pada warga masyarakat dusun Payaman merupakan
solidaritas mekanis adalah adanya pembagian kerja yang rendah (homogen), dimana
sebagian besar warga masyarakatnya beraktivitas di sawah atau memelihara hewan
ternak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar