Selasa, 21 Februari 2017

SEANGGUN SOSOK DEWI THEMIS-kah ?






Dewi Themis merupakan salah satu sosok dalam Mitologi Yunani yang melambangkan tentang keadilan yang coba dihadirkan manusia sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Dalam legenda Yunani Kuno, Themis dianggap sebagai Dewi Keadilan yang sosoknya digambarkan sebagai Dewi dengan kedua matanya tertutup secarik kain hitam sedangkan kanan kiri membawa timbangan/ neraca dan di tangan kanannya terdapat sebilah pedang. Seolah-olah timbangan yang menggantung dari tangan kirinya tersebut menggambarkan keadilan dimana mengukur pembelaan dan perlawanan dalam pencarian keadilan ada kesamaan atau sama beratnya. Sedangkan pedang di tangan kanan Themis, bermakna kekuatan untuk menegakkan keadilan yang seolah siap menebas apapun yang culas, memberantas segala sesuatu yang menindas. Kemudian Themis juga digambarkan menggunakan penutup mata yang dimaksudkan untuk mengindikasi bahwa keadilan harus diberikan secara objektif tanpa pandang bulu, semua diperlakukan sama dihadapan hukum.
Sementara dalam Mitologi Romawi, sosok dewi keadilan ini dikenal sebagai Lady Justice atau hanya dikenal dengan “Justice”. Dia digambarkan dengan wajah tenang membawa timbangan dan pedang bermata dua di kedua tangannya serta ditampilkan dengan mata tertutup sejak tahun 1500-an.
Namun bagaimana realita hukum saati ini? Saat Dewi Themis tak lagi seanggun penggambaran sosoknya. Saat Dewi Themis terkadang sangat genit, mulai senang bermain mata, melirik kesana-kemari mereka yang  bepangkat, yang berkuasa, yang menguntungkan, serta berduit. Saat timbangan di tangannya tak lagi berhati-hati memposisikan tempatnya, malas di stel ulang hingga menjadikannya sebagai alat ukur yang tak lagi akurat. Saat pedangnya tak lagi diasah hingga menjadikannya tumpul. Kalaupun sesekali diasah hanya pada salah satu sisinya saja yang mengakibatkan tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Menyuguhkan sisi yang tumpul ketika berhadapan pada mereka yang berkuasa sedangkan tak ragu untuk menghunuskan ketajaman pedangnya kepada objek yang lemah.
Apakah Dewi Themis hanya merupakan seonggok simbol ataukah ia memang pernah hidup dalam penegakkan hukum yang entah di belahan bumi mana?
Jika memang ada, kembalilah wahai Dewi Themis. Wujudkanlah kembali anggunmu sebagaimana yang tergambarkan dalam fiksimu...